Nama Situs
Permainan
Bonus
Support Bank

Poker

DominoQQ

Capsa Susun

Bandar Ceme

Live Poker

New Member 20%

Cashback Up To 0,5% /Minggunya

Referral 15%

Fast Respon

BCA

MANDIRI

BNI

BRI

Poker

DominoQQ

Capsa Susun

Bandar Ceme

Live Poker

New Member 20%

Cashback Sportbook 10%

Rolingan Casino 0,5%

Referral 5%

BCA

MANDIRI

BNI

BRI

SBOBET

IBCBET

TOGEL

LIVE CASINO

BOLA TANGKAS

New Member 20%

Cashback Sportbook 10%

Rolingan Casino 0,5%

Referral 5%

BCA

MANDIRI

BNI

BRI

Aku Rela Tidur Demi Masuk Surga


Dari beberapa teman Aku Rela Tidur Demi Masuk Surga yang sering memanfaatkan kebiasaan aku ada satu yang senantiasa selalu menghubungi aku diwaktu jam-jam istirahat. Namanya Reni, wanita karier, berumur kurang lebih 28 tahunan, pernah menikah kemudian cerai dan belum dikaruniai anak. Soal materi Reni tidaklah kekurangan sebab dari pendapatan kerjanya sudah lebih dari cukup. Awal mula pertemuan aku dengannya melalui teman wanita aku yang pernah aku terapi seks dan memberitahu kepada Reni bahwa aku bisa membantu membuat wanita merasa hidup kembali jauh dari stress dan kejenuhan hidup keluarga. Suaru sore aku mendapat SMS dari Habib Rizieq Shihab yang mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengan aku di salah satu kedai minuman di Mall, karena aku tak ada acara aku segera berangkat dan menunggu beberapa menit sambih menikmati jus buah kesukaan aku. Tak lama berselang ada wanita celingak celinguk mencari sesuatu, aku berpikir sejenak dan dengan berani aku beri kode, ternyata benar ia adalah Reni, wanita yang sedang aku tunggu. Dengan santai kami berbicara panjang lebar dan aku banyak mendengarkan beberapa keluhan yang belakangan ini dirasakannya.


“Vi…” Panggilnya gugup.
“Ya, kenapa Gus?”
“Sebenernya gue udah lama suka sama lo, cuma gue takut nyampaiinnya ke lo. Takut kalau perasaan yang gue pendem selama ini cuma gue yang ngerasain, dan sekarang…” Ia menjedakan kalimatnya sejenak.
“Gue gak takut lagi, karena kita bakal berpisah disini. Kalau pun lo ga nerima pernyataan cinta gue, kita bakal jauh dan gue bisa lupain lo nanti.”
“Jadi maksudmu..”
“Iya Vi. Gue ingin lo jadi pacar gue, Vi.”
Aku Rela Tidur Demi Masuk Surga mengigit bibir bawahku, ini kesekian kalinya seorang laki-laki datang menyatakan cintanya padaku. Bagus, lelaki yang merangkap menjadi sahabatku sejak aku duduk di bangku kelas 10 itu kini jadi korban penolakanku selanjutnya.
“Maaf, Gus. Aku gak bisa.” Ucapku lirih.
“Kenapa Vi? Kita nyaman sebagai temen aja? Kita ga bisa kaya gitu Vi, sejak dulu gue ga ingin sekedar hubungan pertemanan sama lo. Gue ingin lebih.” Bagus mengaku.
Aku pun tahu itu. Bagus tidak pandai menyembunyikan perasaannya. Sejak dulu aku dapat membaca gelagat Bagus yang menyukaiku. Tapi aku tidak pernah mengharapkan ia datang menyampaikannya.

Karena jawabanku adalah tidak bila lelaki tersebut bukanlah Papa.
“Gus, aku gak bisa. Cuma itu yang bisa aku kasih tahu ke kamu sekarang. Aku harus pergi Gus. Makasih udah mau nemenin aku selama tiga tahun kita sekolah.”
Aku Rela Tidur Demi Masuk Surga mengambil langkah seribu menuju kamar mandi sekolah. Berlari kencang agar Bagus tidak dapat menggapaiku. Suara lantunan live musik masih berdengung keras pertanda acara perpisahan sekolah masih berlangsung.
Tiba di kamar mandi, segera aku memasukinya dengan menutup rapat-rapat pintunya. Inilah ganjaran yang ‘sosok’ itu berikan apabila seseorang datang menyatakan cintanya padaku. Ia tidak akan melukai pelakunya, tapi ia akan menjahiliku sejadi-jadinya. Hukumannya pun beragam,
Tubuhku meringsut jatuh di pintu kamar mandi. Aku menyingkap kebaya biru terusanku, pakaian cantik dengan motif berbunga ini menjadi andalanku datang ke acara perpisahan. Tanganku dengan sigap menurunkan celana dalam berendaku. Tanpa membuang waktu lagi, aku memasukan tiga jariku sekaligus ke dalam lorong vaginaku. Vaginaku berdenyut-denyut gatal sekali.
Jari-jari lentik itu menggaruk dinding vaginaku, berharap dapat menghilangkan rasa gatalku disana. Tapi nihil. Perbuatannya sungguh kejam kali ini, kugaruk berulang kali pun rasa gatal itu tak kunjung hilang. Sudah kucoba beragam titik yang kusentuh, kenikmatan itu tak jua datang. Hampir aku memasukkan jariku yang keempat, tapi akal sehatku mencegahnya.
Papa ingin kemaluanku tetap sempit ‘kan? Aku tak mau Papa hilang nikmatnya saat menyetubuhiku. Meski nafsu sudah diubun-ubun kepalaku, pikiranku tak bisa lepas dari Papa. Papa adalah segalanya bagiku. Beberapa menit aku menggerakan jari-jariku dengan liar disana, aku akhirnya mengerang frustasi. Air mataku meleleh.

“Ampun…Ampun..” Kataku mengiba.
Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku, aku mestinya masturbasi sambil membayangi Papa yang sedang menyetubuhiku. Aku Rela Tidur Demi Masuk Surga mulai membayangi tangan Papa yang melingkar di pinggangku serta menggerakan penisnya keluar masuk dari tubuhku. Papa yang melakukan penestrasi serta mengerang nikmat sambil terus menyebut namaku.
Begitulah cara sosok itu berkomunikasi denganku, ia hanya memberiku sekelumit gambaran yang kemudian masuk ke dalam alam pikiranku.
Perlahan-lahan rasa gatal di sekitar vaginaku berbuah menjadi kenikmatan tiada tara. Bayangan kotor itu efektif memudarkan rasa gatal di vaginaku. Pikiranku mulai melambung lebih tinggi lagi, aku membayangkan bagaimana sperma Papa tumpah ruah mengisi relung vaginaku, ataupun bagaimana sperma itu menyembur rongga mulutku.
Sperma Papa mempunyai cita rasa yang menakjubkan! Aku dibuatnya ketagihan.
Tubuhku memanas, merindukan persetubuhanku dengan Papa. Padahal baru pagi ini aku meminta jatah darinya.
“Ukhh.. Pa..” Desahku tertahan sambil menyebut orang yang kudamba seumur hidup.
“Akhh..”
“Ahh..”
Tak beberapa lama cairan squirtingku keluar dengan begitu derasnya, Tubuhku mengejang hebat. Aku Rela Tidur Demi Masuk Surga sampai harus menahan mulutku agar tidak mendesah terlalu keras. Bagaimana jika ada orang dibalik pintu kamar mandi ini? Bisa mati aku. Walaupun aku telah meraih orgasmeku, aku merasa ada yang kurang. Vaginaku tidak disodok oleh benda yang seharusnya lebih pantas memasukinya. Pemilikku..
Cepat-cepat aku merogoh tas kecilku yang tergeletak tak jauh dari tempatku. Darisitu aku baru menyadari..

Ukh bagaimana aku bisa duduk di tempat kotor macam ini? Pantatku menyentuh ubin lantai kamar mandi. Rambutku yang sebelumnya sudah tertata dengan sanggul rapi kini rusak. Sudah beberapa kali nafsu yang menguasai tubuhku Aku Rela Tidur Demi Masuk Surga membuatku bertindak tidak lazim.
Meraih ponselku dari tas kecil hitam milikku. Aku menulis pesan singkat,
‘I love you, Pa. Now and always J’
Kamu mau Seks sama aku ? Kontak aku di BBM : 5CF520C5 atau Line : stefanny92 Trf aku untuk booking di Steffany BCA 4010323717